Cerita motivasi dari pebisnis muda yang sukses selalu seru untuk disimak. Karena dalam usia muda, mereka sudah memiliki perusahaan yang beromset ratusan juta hingga milyaran rupiah.


 

Saat ini jumlah populasi wirausaha di Indonesia baru mencapai angka 0,43 % dari total populasi usia produktif. Sangat jauh tertinggal jika dibandingkan dengan Singapura (7%), Malaysia (5%), dan Thailand (3%). Dari segelintir wirausahawan tersebut, mereka adalah pebisnis muda. Siapa sajakah mereka?

1. Muhammad Yukka Harlanda, CEO Brodo Footwear
Cerita motivasi kesuksesan Brodo bermula dari kebingungan Yukka ketika mencari sepatu berukuran besar. Ini membuatnya memutuskan untuk membuat sepatu dengan desain sendiri. Bersama temannya Putra Dwi Karunia, mereka memproduksi 30 pasang sepatu di Cibaduyut dan memasarkannya kepada teman-teman di kampus.

Aktif melakukan pemasaran digital, sepatu Brodo kian tenar di kalangan anak muda pecinta fesyen. Jumlah produksinya sudah mencapai 4.500 pasang/bulan dari semula 30 pasang/bulan hanya dalam waktu empat tahun.

2. Yasa Paramita Singgih, CEO Men’s Republic
Di usia 17 tahun, Yasa telah sukses berbisnis di bidang fesyen. Brand Men’s Republic milik pemuda kelahiran kelahiran 23 April 1995 ini sudah tersebar ke lebih dari 120 reseller di seluruh Indonesia. Omset perbulannya bisa mencapai Rp200-300 juta per bulan. “Never too young to become a billionaire,” itulah prinsip hidupnya. Karena kesuksesan Men’s Republic, Yusa bisa membayar uang kuliahnya sendiri di Universitas Bina Nusantara, bahkan sering diundang untuk memberikan sharing seputar bisnis, cerita motivasi, dan pengembangan diri.

Perjalanan bisnis Yusa dimulai saat ia berusia 15 tahun. Saat itu ayahnya terkena serangan jantung sehingga mulai saat itu ia menolak untuk meminta uang jajan lagi. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Yasa bekerja serabutan, mulai dari menjadi MC, berjualan lampu hias, hingga berjualan makanan.

3. Reza Nurhilman, Presiden Keripik Maicih
Pemuda kelahiran Bandung, 29 September 1987 ini sukses berbisnis keripik singkong pedas Maicih. Awalnya, Reza hanya memproduksi sebanyak 50 bungkus per hari, dengan membuat perbedaan tingkat kepedasan dari level 1 hingga level 5. Ia memasarkan keripiknya dengan memberikan sampel ke teman, saudara, dan memanfaatkan media sosial. Saat ini, dalam sehari Reza bisa memproduksi 2.000 bungkus dengan omset per bulan mencapai Rp7 milyar. Kini Maicih telah menjadi ciri khas Jajanan Bandung.

4. Hamzah Izzulaq, Pemilik Bimbel Bintang Solusi Mandiri
Hamzah adalah pengusaha sukses di bidang bimbingan belajar dengan nama Bintang Solusi Mandiri. Ia berbisnis usaha bimbingan belajar karena diajak kerjasama oleh temannya. Dengan modal Rp175 juta, kini Hamzah menikmati omset mencapai Rp300 juta tiap bulan. Sebelum memiliki cerita motivasi kesuksesan berbisnis bimbel, pemuda kelahiran 26 April 1993 ini pernah berjualan pulsa, percetakan pin, dan stiker.

5. Henry Indraguna, Pemilik The Auto Bridal Indonesia
Henry adalah pemilik sekaligus penggagas cuci mobil es krim, salon mobil, dan motor bridal. The Auto Bridal Indonesia miliknya kini telah tersebar di seluruh Indonesia. Usaha cuci mobil garapan Henry bahkan telah mencapai omset sebesar Rp7,5 miliar tiap bulan. Pria kelahiran Bandung, 28 Agustus 1973 ini memulai bisnisnya dengan bermodalkan pas-pasan. Sebelum menjadi pebisnis, Henry jatuh-bangun dalam mendirikan usaha-usaha miliknya. Ia pernah menjadi seorang salesman produk mainan, hingga pernah berjualan ayam goreng, hingga memutuskan untuk mendirikan usaha pencucian mobil. Untuk mendapatkan modal, ia harus berhutang kepada mertua dan kerabat-kerabatnya.


Nah berniat menjadi pebisnis muda? SImak juga artikel tentang cerita motivasi lainnya di Lipton.co.id