Cerita motivasi seringkali dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas kerja. Rasanya sulit menjalani aktivitas bekerja tanpa mendapatkan cerita motivasi yang bisa membangkitkan semangat kerja.



Rutinitas bekerja tentu tak selamanya menyenangkan. Akan selalu ada hambatan dan kesulitan yang membuat suatu pekerjaan terasa tidak menyenangkan. Mulai dari rekan kerja yang menyebalkan, atasan yang penuntut, gaji yang tak sesuai, lingkungan kerja yang tak sehat, dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut seringkali membuat produktivitas kerja menurun.

Jika produktivitas kerja menurun, maka kamu akan kesulitan untuk mencapai prestasi dan mengembangkan karier ke tingkat yang lebih tinggi. Oleh sebab itu, sebaiknya kamu menyimak cerita motivasi berikut ini agar kamu selalu merasa bahagia saat bekerja dan bisa mengembalikan produktivitas kerja.

Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah menghilangkan pikiran negatif dengan lebih banyak menanamkan hal positif. Bagaimana caranya? Setiap harinya, tulislah tiga hal yang berjalan dengan baik menurut kamu di hari itu. Ketiga hal baik bisa hal yang terkesan sepele hingga hal-hal besar yang begitu berarti. Contohnya, saat akan berangkat kerja kamu mendapat sarapan yang lezat dari ibunda tercinta, baru saja menyelesaikan buku yang sangat menarik, atau pengalaman makan siang yang menyenangkan. Bisa dibuktikan, dalam beberapa pekan, tingkat stres kamu akan berkurang. Dengan hilangnya pikiran negatif, maka kamu akan lebih produktif dalam bekerja.

Hal kedua yang bisa meningkatkan produktivitas kerja adalah rutin membuat jadwal pekerjaan. Jika kamu memiliki beberapa pekerjaan dengan deadline berbarengan, maka tentukan prioritas. Dengan mengetahui mana saja pekerjaan yang harus dikerjakan terlebih dahulu, kamu akan terhindar dari stres. Namun, hal ini bisa berhasil jika kamu konsisten dengan jadwal yang telah dibuat.

Cerita motivasi untuk meningkatkan produktivitas kerja ini tak lengkap jika tidak mengingatkan kamu untuk tidak terbiasa melakukan multitasking. Beberapa orang menilai aktivitas multitasking dinilai bisa membantu membuat pekerjaan lebih efisien. Tapi sebenarnya aktivitas multitasking justru memecah fokus karena harus berganti kegiatan setiap kali hendak mengerjakan pekerjaan lainnya. Percaya deh, menjadi singletasker akan lebih baik daripada multitasker karena kamu bisa bekerja lebih signifikan. Jadi, mulailah fokus menyelesaikan satu pekerjaan agar hasilnya lebih efektif.

Hal lain yang bisa meningkatkan produktivitas kerja adalah dengan mengambil waktu istirahat. Terkadang saat sibuk bekerja, banyak orang lupa mengambil waktu istirahat. Padahal mengambil jeda waktu istirahat sebentar saja bisa memberikan hal positif untuk pikiran dan tubuh.  Hanya dengan waktu sekitar 15-20 menit untuk sekadar berjalan-jalan di sekitar kantor atau mendengarkan musik yang menenangkan sudah cukup untuk mengembalikan kesegaran pikiran yang berpengaruh pada produktivitas kerjamu.

Hal terakhir yang harus kamu lakukan agar produktivitas kerja tidak menurun adalah dengan mengatur penggunaan gadget. Banyaknya notifikasi dari aplikasi percakapan atau dari media sosial akan menghilangkan fokusmu. Untuk mengatasi masalah ini, sejenak jauhkan semua aktivitas media sosial yang kamu miliki dan gunakan aplikasi yang bisa menghubungkan smartphone kamu dengan perangkat PC atau laptop. Sebagai contoh, fitur Whatsapp for Web yang bisa membuat kamu melihat notifikasi dan membalas pesan yang ada di ponselmu melalui PC. Dengan demikian, ini bisa menjadi solusi dalam mengurangi gangguan ponsel.

Jika kelima hal dalam cerita motivasi di atas dilakukan dengan baik, maka kamu akan merasakan peningkatan produktivitas kerja dan akhirnya kamu bisa menunjukkan reputasi yang baik di lingkungan kerja.